September 22, 2021

crime news

Kumpulan berita kriminal terbaru dan terupdate 2021

HEADLINE: Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, Jabatan Apa yang Cocok?

7 min read

CRIME NEWS – Nama Basuki Tjahaja Purnama ataupun biasa diketahui dengan Ahok kembali ramai dibicarakan. Kali ini, terpaut berita dirinya hendak masuk dalam jajaran direksi salah satu Tubuh Usaha Kepunyaan Negeri( BUMN).

Berita masuknya Ahok dalam struktur organisasi industri plat merah, timbul sehabis ia nampak menghadiri Kantor Departemen BUMN, pada Rabu 13 November 2019. Dikala itu Ahok menggelar pertemuan tertutup dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sehabis kurang lebih 1, 5 jam menggelar pertemuan dengan Erick Thohir, Ahok keluar dari Gedung Departemen BUMN serta mengaku bila ditawari buat turut mengurus salah satu BUMN.”( Tadi) bicara soal BUMN serta aku ingin dilibatkan di salah satu BUMN, itu aja,” ucap ia pendek.

Tetapi buat jabatan, posisi ataupun BUMN penempatan, Ahok mengaku belum ketahui.” Jabatan apa serta BUMN- nya dimana, aku tidak ketahui. Langsung tanya pak Menteri ya,” imbuh ia.

Usai berita soal Ahok terkuak, Menteri BUMN mengaku memiliki alibi merekrut Ahok buat masuk ke BUMN. Dikala ini negeri mempunyai 142 industri yang lagi memerlukan figur pendobrak semacam Ahok. Mantan Gubernur ini juga dinilai sesuai buat mengetuai industri pelat merah.

” Kita harapkan terdapat perwakilan- perwakilan yang memanglah memiliki track record pendobrak, tidak maksudnya salah serta benar tetapi buat memesatkan daripada hal- hal yang cocok ditunjukan. Ialah satu, gimana menekan daripada tenaga. Pula bersama membuka lapangan kerja dengan metode berpartner,” jelasnya.

” Ya aku rasa dia tokoh yang tidak berubah- ubah, track record- nya jelas dapat terus membangun,” sambung Erick.

Masuknya Ahok ke BUMN juga menemukan sambutan positif dari para menteri perekonomian Presiden Joko Widodo( Jokowi). Ahok dinilai masuk golongan handal yang eligible buat mengurus BUMN.

” Kita tunggu saja. Ya kan ia bagus,” ucap Menteri Koordinator bidang Kemaritiman serta Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pada Rakornas 2019 di Sentul, Jawa Barat.

Sentimen positif pula diungkapkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, walaupun dia tidak eksplisit menyebut nama Ahok. Dari penilaiannya, golongan handal memanglah boleh ikut serta mengurus BUMN.

” Ini kita bicara handal jadi kita tidak sebut nama. Saat ini terdapat sebagian handal yang duduk di BUMN, semacam Telkom. Jadi itu bukan suatu yang baru,” ucap Airlangga.

Ahok sendiri sudah melaporkan siap buat masuk ke dalam BUMN. Bila negeri membutuhkannya, ia siap ditempatkan di mana juga.” Jika buat negeri, ya, aku ingin. Apa saja buat negeri, aku ingin,” ucapnya.

Walaupun Ahok mengaku masih belum ketahui posisi penempatan, tetapi ia mengaku bila penunjukkannya mungkin berlangsung pada Desember mendatang.” Buat itu( waktu), aku tidak ketahui, bisa jadi Desember. Nanti tanya pak Menteri, ya,” ucapnya.

Pro serta Kontra

Rencana masuknya Ahok ke BUMN juga tidak lepas dari pro serta kontra. Salah satunya terpaut dengan status laki- laki kelahiran Manggar Belitung Timur yang sempat tersandung permasalahan hukum.

Wakil Pimpinan Partai Demokrat, Syarif Hasan melaporkan terdapat ketentuan kalau seseorang mantan narapidana tidak dapat jadi pejabat pemerintah.

” Jika saja saat ini ini pilkada telah terdapat pemikiran dari KPU kalau eks narapidana tidak boleh serta itu kan telah sempat dicoba. Jadi, aku berikan contoh kalau pejabat- pejabat negeri itu betul- betul wajib selektif,” kata Syarif di Lingkungan Parlemen Senayan.

Pemerintah sepatutnya tidak menggandeng seorang jadi pejabat cuma sebab alibi sokongan serta parpol saja.” Tidak boleh cuma sebab pertimbangan ia dari pendukung aku, maupun dari partai aku ataupun darimanapun, manakala berdialog kepentingan negeri serta bangsa, banyak aspek yang wajib dipertimbangkan,” ucapnya.

Syarif menegaskan perlunya memandang integritas serta pula tingkah laku seorang saat sebelum jadi pejabat.” Awal dalam mengangkut pejabat pemerintah ya, pastinya banyak kriteria yang wajib dicermati. Salah satunya menyangkut permasalahan integritas, behavior pula pertimbangan,” katanya.

Penolakan Ahok masuk ke BUMN pula tiba dari Serikat Pekerja Pertamina, yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu( FSPPB). Apalagi penolakan dicoba secara terang- terangan dengan membentangkan spanduk penolakan terhadap Ahok.

” Benar( serikat pekerja Pertamina membentangkan sepanduk penolakan),” kata Presiden Federasi Serkiat Pekerja Pertamina Bersatu( FSPPB) Arie Gumilar.

CRIME NEWS juga mendapatkan foto sebagian sepanduk yang dibentangkan, ada pula bunyi sepanduk tersebut antara lain.

” Milih Figur Tukang Gaduh, Bersiaplah Pertamina Lekas Runtuh!. Pertamina Senantiasa Harus Utuh, Tolak Siapapun Yang Suka Buat Rush. Pertamina Bukan Sarang Koruptor, Bukan Pula Tempat Orang Tidak Terpuji& Mulur Kotor. Pertamina Menjulang- Rakyat Bahagia Pemberang Datang- Kita Perang!!!. Berulang kali Ubah Direksi Kami Tidak Hirau, Tetapi Kehadiran Biang Kekacauan Jadi Musuh Kami!!!,”

Arie mengatakan, salah satu posisi pemasangan sepanduk penolakan Ahok merupakan kilang VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat.” Ini( pemasangan sepanduk penolakan) di RU VI Balongan,” ucapnya.

bagi Arie, aksi penolakan yang dicoba rekan- rekannya yang tergabung dalam FSPPB, didasari‎ Ahok yang mempunyai catat persyaratan materil.” Pak Ahok cacat persyaratan materil.‎ Kader internal Pertamina pula banyak yang cakap‎,” tandasnya.‎

Dukung Ahok Masuk BUMN

Walaupun sebagian pihak meragukan integritas Ahok serta status mantan narapidananya, sebagian politikus malah berkomentar mantan Gubernur DKI Jakarta ini sangat sesuai mengetuai salah satu BUMN.

Sebut saja Pimpinan DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat. Dia melaporkan Ahok berintegritas serta mempunyai kapasitas mumpuni dalam mengetuai.

” Yang terutama Ahok seseorang yang memiliki integritas, kapasitas serta handal. Ia seseorang pekerja keras serta pembelajar yang kilat,” ucapnya.

Senada dengan Djarot, Pimpinan DPP PDIP Eriko Sotarduga berkata, tidak terdapat ketentuan yang dapat membatasi langkah Ahok jadi bos di BUMN. Eriko percaya menteri BUMN Erick Thohir telah menguasai peraturan kalau buat menggandeng seorang ke lembaga tersebut bukan sembarang orang.

” Sebab mengapa? sebab pasti Departemen BUMN tidak sembarangan membagikan peluang itu, jika tidak menekuni aturan- aturan yang berlaku,” katanya.

Dia pula menegaskan kalau status mantan narapidana yang menempel pada mantan Gubernur DKI Jakarta bukan mantan narapidana korupsi ataupun kriminal.

” Jika boleh aku ingatkan kalau Pak Ahok itu bukan napi berkaitan dengan korupsi ataupun keuangan. Dia kan berkaitan dengan perkara masa kemudian, agama ya, SARA begitu. Nah, ini pastinya terdapat uraian lebih lanjut dari zona hukumnya,” ucapnya.

Pengamat BUMN sekalian Kepala Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia Toto Pranoto memperhitungkan, wujud Ahok membolehkan serta sesuai mengetuai BUMN yang butuh penindakan efisiensi.

” Style Ahok yang bisa jadi suka terobosan kilat dengan potong kompas lebih sesuai buat BUMN yang butuh penindakan terpaut efisiensi, misal BUMN yang banyak tugas PSO- nya,” tutur ia.

Kebalikannya, beberapa BUMN yang sangat erat terhadap ketentuan internasional yang lingkungan dia nilai tidak cocok buat style Ahok yang fleksibel.” Terdapat BUMN yang terikat dengan banyak regulasi international yang rigid, ini bisa jadi tidak sesuai dengan style Ahok yang suka terobosan,” ucapnya.

Toto melanjutkan, walaupun Ahok sudah teruji sukses mengetuai melalui Pemerintahan ataupun birokrasi. Di tataran korporasi, Ahok masih memerlukan banyak waktu buat membiasakan.

” Mengetuai birokrasi serta korporasi bisa jadi memerlukan kemampuan yang berbeda. Modal sukses mengetuai birokrasi dapat saja sukses dikala pimpin BUMN ataupun kebalikannya. Tantangannya berbeda, apakah Ahok hendak sukses mengetuai BUMN? Waktu yang hendak meyakinkan. Sangat tidak modal dasar bagaikan pemimpin publik sempat dilalui,” kata ia.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan berkata, masuknya Ahok bagaikan bos BUMN tidak butuh ditanggapi secara tendensius. Warga senantiasa butuh menjawab secara bijak isu santer menimpa pertumbuhan Ahok didapuk jadi orang berarti di jajaran direksi BUMN.

” Kalau Ahok sempat bermasalah itu tidak dapat kita pungkiri. Tetapi di sisi lain, aku melihatnya Ahok dapat bawa pergantian baru bila ia mengetuai. Sebab sepanjang ia berprofesi bagaikan Gubenur, banyak pergantian yang ia jalani,” tuturnya kepada Liputan6. com

Dengan kepribadian Ahok yang tangkas serta suka memotong jalan birokrasi, Mamit malah memperhitungkan keberadaan Ahok dalam BUMN bisa memangkas aplikasi korupsi.

” BUMN dapat jadi lebih baik lagi serta paling tidak dapat memotong rantai para pencari rente. Banyak PR yang wajib di kerjakan ke depannya, sebab itu ia wajib betul- betul dalam bekerja,” ucapnya.

Kendati begitu, ia bilang Ahok wajib belajar dari permasalahan getir yang menimpanya dahulu, dimana dirinya dianjurkan supaya lebih baik mengatur emosi.

” Ia wajib merubah perilaku ia. Jangan gampang temperamental serta menghasilkan perkata kotor. Jangan hingga nanti memunculkan like serta dislike yang kesimpulannya menggangu kinerja BUMN,” tegasnya.

Misteri Posisi serta BUMN buat Ahok

Dikala ini yang masih jadi misteri terpaut BUMN yang jadi penempatan Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur tersebut juga telah angkat bicara menimpa perihal ini.

Ahok mengaku bila dari dialog yang berlangsung di Kantor Erick Thohir, paling utama berkaitan dengan 2 BUMN besar.” Kita ngobrol banyak yang dibahas, soal Pertamina iya, PLN,” kata Ahok dikala dikonfirmasi.

Walaupun banyak mangulas Pertamina serta PLN, Ahok mengaku percakapan mereka pula pernah menyinggung industri lain semacam Krakatau Steel, PTPN sampai Sarinah.” Tercantum Sarinah pula,” ucapnya.

Tetapi Mengenai, kecenderungan memilah mengetuai, Ahok mengaku belum memastikan opsi.” Belum ketahui ya,” kata ia.

Tidak hanya terpaut BUMN yang hendak jadi tempat Ahok bekerja nantinya, permasalahan jabatan Ahok di BUMN pula masih jadi ciri tanya.

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin belum ingin menanggapi zona mana yang hendak Ahok pimpin. Tetapi dia menyebut Ahok belum pasti jadi dirut.” Menolong BUMN kan banyak tempatnya, kan enggak cuma dalam posisi bagaikan dirut,” ucap Budi.

Secara individu, Budi menyebut Ahok ialah salah satu putra terbaik bangsa. Dia juga yakin Ahok layak diberikan peluang.

Kala ditanya apakah penunjukan Ahok atas permintaan Presiden Joko Widodo, Budi mengatakan si presiden memanglah menginginkan putra- putri terbaik bangsa buat tingkatkan performa ekosistem BUMN.

” Kita memerlukan banyak talent- talent, putra- putri terbaik bangsa buat dapat bergabung dengan BUMN( buat) melaksanakan amanah presiden yang di informasikan oleh Pak Menteri,” ucap Budi.

Tetapi demikian, Presiden Joko Widodo( Jokowi) sudah berikan sinyal soal jabatan yang hendak dihuni oleh Ahok nantinya di BUMN.

Jokowi menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ataupun Ahok yang masih menjajaki pilih buat jadi bos di industri BUMN.

Bagi ia, Ahok dapat jadi komisaris maupun direksi.” Dapat dua- duanya. Ini gunakan proses pilih. Masih dalam proses,” kata Jokowi di Istana Negeri Jakarta.

Jokowi tidak menanggapi tegas dikala ditanya awak media apakah Ahok jadi direksi BUMN atas usulan dirinya. Karena dikala ini Ahok wajib menempuh proses pilih terlebih dulu.” Ini kan masih proses pilih,” ucapnya.

AGENADUQ | AGENBANDARQ | AGENCAPSUN | AGENDOMINO99 | AGENPOKERONLINE | AGENSAKONGONLINE | AGENBANDARPOKER | AGENBANDAR66

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *